Selasa, 28 Januari 2014

Pengembangan Bakat dan Minat Melalui Ekstra Pramuka

Perkembangan zaman yang semakin demokratis, transparan dan kompetitif, siswa sebagai sumber daya manusia memiliki potensi yang harus digali dan dikembangkan. Pemgembangan potensi yang siswa dapat berupa penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Penguasaan terhadap berbagai bidang menjadi tuntutan utama yang harus dimiliki oleh seseorang apalagi dalam memasuki era globalisasi. Penguasaan pada berbagai bidang ini nantinya akan dapat membawa manfaat seluas-luasnya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, dan sebagai bekal untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Sehubungan dengan itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan penguasaan berbagai bidang tersebut melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, antara lain melalui pembinaan dan pengembangan bakat minat dan kreatifitas siswa.

Bakat merupakan potensi yang dibawa semenjak lahir oleh setiap individu yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Potensi ini akan dapat diwujudkan menjadi suatu prestasi apabila mendapat kesempatan pendidikan dan latihan sesuai bidangnya. Dan bakat juga bisa diartikan sebagai kemampuan inherent dalam diri seseorang, jadi dibawa sejak lahir dan terkait dengan struktur otak (Semiawan, 2002). Istilah bakat sebagai aptitude diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan kemampuan (potential ability) yang masih perlu dikembang atau dilatih.

Minat merupakan kecenderungan dan fokus perhatian seseorang terhadap sesuatu hal, merupakan aktivitas tertentu. Istilah minat terkait dengan motivasi. Banyak ahli psikologi yang menyebutkan bahwa minat merupakan aspek penting motivasi yang memengaruhi perhatian, belajar, berpikir dan berprestasi (Pintrich & Schunk, 1996). Menurut Blum dan Balinskiy, 1973 minat diartikan sebagai istilah yang menyatakan kuatnya kecendrungan seseorang terhadap objek-objek dan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan perhatian dan menghasilkan kepuasan.

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada. Biasanya kreativitas diartikan sebagai daya cipta, sebagai kemampuan untuk menciptakan hal-hal yang terbaru. Pengertian kreativitas bisa juga berpikir kreatif (divergen) yaitu kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah pada kuantitas ketepat gunaan, dan keragaman jawaban. Makin banyak kemungkinan jawaban dan makin berkualitas, maka makin tinggi kreativitas seseorang. Banyak orang yang belum mengetahui tentang bakat kreatif yang pada dasarnya dimiliki setiap setiap orang. Dari sudut pendidikan bakat kreatif juga perlu dipupuk dan dikembang supaya tidak terhambat dan dapat terwujud.

Ekstrakurikuler Pramuka memiliki sasaran pembinaan diantaranya: pembinaan rohani dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Pembinaan jasmani; Peningkatan kecerdasan, keterampilan dan ketangkasan; Pembinaan pengetahuan, kebudayaan dan patriotism; menambah pengalaman; Meningkatkan kepekaan terhadap perubahan lingkungan dan kesadaran untuk membangun. Di samping pentingnya faktor pendidikan yang terjadi dalam proses pembelajaran dalam kelas, pendidikan di luar sekolah juga dirasa sangat memengaruhi kepada jiwa dan kepribadian seorang siswa seperti kita pada kegiatan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan bertujuan untuk memberi pembinaan kepada remaja dan siswa pada khususnya untuk tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang patriotis.

Persetujuan untuk memberikan pembinaan yang didirikan oleh LORD ROBERT BODEN POWELL OF GILWELL (Pendiri Kepramukaan se-Dunia). Pendidikan kepramukaan yang mengandung simbol-simbol, yaitu: DWI SATYA, DWI DHARMA, TRI SATYA, DASA DHARMA PRAMUKA, dan lain-lain dimaknai sebagai sebuah komitmen diri yang membentuk jati diri seorang pramuka. Seorang siswa yang mengikuti kegiatan atau pendidikan kepramukaan tentu saja ajaran-ajaran kepramukaan yang diterimanya dapat mendorong atau memotivasi dirinya untuk menjadi seorang pelajar yang penuh dengan dedikasi tinggi, optimis, patriotis, dan memiliki nilai-nilai keteladanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Degradasi moral merupakan salah satu dampak sulitnya seorang siswa menemukan jati diri, dengan melibatkan mereka aktif dalam ekstrakurikuler Pramuka. Di berbagai penelitian telah membuktikan bahwa keterlibatan pramuka bukan saja dapat mengatasi banyak masalah pelajar, tetapi juga membentuk watak, kepribadian dan budi pekerti generasi muda yang handal, memiliki semangat Bela Negara sebagai pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan. Dan dapat bekerja sama dengan berbagai potensi di masyarakat.

Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam pembinaan dan pengembangan minat bakat dan kreativitas pada ekstrakurikuler Pramuka, bagi seorang siswa, yaitu dapat: memengaruhi mental positif bagi pelajar; menumbuhkembangkan rasa bela Negara; membentuk watak kepribadian dan budi pekerti pelajar melalui pendidikan kepramukaan menjanjikan lahirnya kader bangsa yang tangguh, handal, dan mandiri; membuat seorang pelajar menjadi tinggi mental, moral, budi pekerti, kuat keyakinan beragama, luas dalam pengetahuan, cerdas tangkas dan terampil, sehat jasmani rohani, banyak pengalaman, berjiwa dan bersikap sebagai pemimpin yang kegiatannya berorientasi pada Pancasila, jiwa dan nilai perjuangan 1945.

Tanpa mengesampingkan ekstrakurikuler lainnya, penulis sangat menyetujui bahwa Pramuka menjadi pelajaran wajib di sekolah-sekolah.

PenulisHj SUNARTY S, SPd, MPd 
Sumber : http://media.hariantabengan.com/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Heartline "Plasst~ - Premium Blogger Themes | coupon codes