Minggu, 26 Januari 2014

Observasi Sekolah : Manajemen Peserta Didik di SMA N 1 Bergas

Untuk Download File Klik :







BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan yang berlaku. Manajemen sekolah terbatas hanya dalam satu sekolah saja, sedangkan manajemen pendidikan meliputi seluruh komponen sistem pendidikan yang ada. Oleh karena itu, ruang lingkup dan jangkauan bidang kajian manajemen pendidikan lebih luas daripada manajemen sekolah. Kegiatan manajemen sendiri merupakan kegiatan memberdayakan sumber daya yang dimiliki sekolah dengan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan sekolah.
Pelaksanaan manajemen sekolah dimulai dari manajemen substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah. Hal yang paling penting dalam implementasi manajemen adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. Sedikitnya ada tujuh komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka manajemen berbasis sekolah, yaitu Manajemen Kurikulum, Manajemen Peserta Didik, Manajemen Personel, Manajemen Anggaran/Biaya Pendidikan, Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat, dan Manajemen Layanan Khusus.
Sampel sekolah yang diambil dalam observasi manajemen sekolah adalah SMA NEGERI 1 BERGAS yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta Bergas 50552 Kabupaten Semarang Telp.(0289) 523520. Dalam sistem manajemen sekolah pada SMA NEGERI 1 BERGAS tersebut mengimplementasikan komponen sekolah yaitu manajemen kurikulum, manajemen peserta didik, manajemen personel, manajemen anggaran pendidikan, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, dan manajemen layanan khusus. Dan laporan ini berkenaan dengan manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Bergas.
B.  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah dalam laporan observasi ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa hakikat manajemen sekolah?
2.      Apa yang dimaksud dengan manajemen peserta didik?
3.      Bagaimana implementasi manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Bergas ?

C. TUJUAN
Adapun tujuan disusunnya laporan ini adalah:
1.      Untuk mengetahui hakikat manajemen sekolah.
2.      Untuk mengetahui arti dari manajemen peserta didik
3.      Untuk mengetahui implementasi manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Bergas?















BAB II
METODE PENELITIAN

A. WAKTU DAN TEMPAT
Observasi ini dilakukan dengan mengajukan surat ijin observasi pada hari Jumat, 22 Novenber 2013 dan observasi manajemen sekolah dilaksanakan pada hari Selasa, 26 November 2013 di SMA Negeri 1 Bergas.

B. METODE OBSERVASI        
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan observasi ini adalah sebagai berikut :
1.    Wawancara
Metode wawancara ini dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab langsung dengan narasumber yang terkait yaitu Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum, sarana dan prasarana, kesiswaan, dan hubungan masyarakat
2.    Observasi
Metode observasi ini dilakukan dengan cara mengamati kondisi fisik di SMA Negeri 1 Bergas.
3.    Kajian pustaka yang relevan

C. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data dalam laporan ini dilakukan dengan dua teknik, antara lain teknik observasi dan teknik interview (wawancara langsung).
1. Teknik observasi
Teknik kunjungan langsung ketempat yang akan dituju. Melalui teknik ini kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran dapat diamati secara langsung. Untuk menemukan alaternatif atau solusi perbaikan proses pembelajaran lebih konkrit dan mendalam. Ada tiga pola teknik observasi yaitu
a. memberi tahu
b. tanpa memberi tahu
c. atas permintaan guru
Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran. Karena itu pola apapun yang akan dipakai, sebaiknya secara umum.

2. Teknik interview ( wawancara langsung)
Teknik ini merupakan teknik berbicara langsung dengan responden yang akan kita hadapi. Teknik ini merupakan tindak lanjut dari teknik observasi yang kita jelaskan sebelumnya. Dengan teknik ini kita dapat memperoleh hasil yang valid sehingga laporannya menjadi baik.















BAB III
PEMBAHASAN

A. HAKEKAT MANAJEMEN SEKOLAH
1.      Pengertian Manajemen Sekolah
Istilah Manajemen sekolah sering kali disama artikan dengan istilah administrasi sekolah, dimana keduanya merupakan apikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. Sehingga pengertian manajemen sekolah yaitu segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, seara efektif dan efisien guna menunjang terapainya tujuan pendidikan disekolah secara optimal.
Secara esensial manajemen sekolah dapat dipadang dari tiga sudut pandang yaitu :
a.       Manajemen sekolah sebagai suatu lmu
            Manajemen sekolah sebagai ilmu karena objek yang dipelajari memiliki metode dan sistematika dalam mempelajarinya.
b.      Manajemen sekolah sebagai suatu seni
Bilamana para pengelola sekolah dapat memerankan perannya sebagai pemimpin yang dapat mempengaruhi dan mengajak para anggotanya utuk bersama-sama meyelesaikan suatu pekerjaan.
c.       Manajemen sekolah sebagai suatu proses kegiatan
Semua pihak baik pemimpin maupun anggota-anggotanya yang terlibat dalam proses kerjasama dalam bidang persekolahan harus dapat melaksanakan tugasya sesuai dengan fungsinya dan peranya secara proporsional.

2. Tujuan Manajemen Sekolah
a)      Tujuan Manajemen Sekolah
Tujuan umum dari manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien sesuai jenjang pendidikan.

b)      Tujuan Instraksional Khusus
Tujuan khusus dilaksanakannya manajemen sekolah adalah:
·         Agar setiap jenis dan jenjang pedidikan terjadi adanya efektifitas produksi.
·         Para lulusannya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya.
·         Tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, tidak terjadi pemborosan baik tenaga, waktu ataupun uang.
·         Lulusannya mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan di masyarakat.
·         Tercapainya kepuasan kerja pada setiap aggota warga sekolah.

3. Fungsi-Fungsi Manajemen Sekolah
Fungsi manajemen sekolah dilihat dari kegiatan atau aktivitas manajemen yaitu:
a.       Fungsi manajerial yang dilakukan oleh pemimpin
1.      Fungsi perencanaan ( Planning )
2.      Fungsi pegorganisasian (organizing )
3.      Fungsi pengarahan ( directing )
4.      Fungsi pengkoordinasian ( coordinating )
5.      Fungsi pengawasan ( controling )
6.      Fungsi penilaian ( evaluating )
7.      Fungsi pelaporan
8.      Fungsi penentuam aggaran.
b.      Kegiatan yang bersifat operatif yaitu kegiatan yang dilakukan oleh para pelaksana.
1.      Ketatausahaan yang dapat marembes dan dapat diperlukan oleh semua unit yang ada dalam organisasi.
2.      Perbekalan
3.      Kepegawaian
4.      Keuangan
5.      Humas


4. Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah
Dalam pengelolaan sekolah agar tujuan utama sekolah dapat tercapai dengan baik, maka perlu didasaran pada prinsip-prinsip manajemen, yaitu :
a.       Prinsip umum
-         Manajemen bersifat praktis dan fleksibel, dapat dilaksanakan sesuai dengan dan kondisi nyata di sekolah.
-         Manajemen sekolah berfugsi sebagai sumber informasi bagi peingkatan pegelolaan pendidikan dan kegiatan belajar mengajar.
-         Manajemen sekolah dilaksanakan dengan suatu sistem mekanisme kerja yang menunjang realisasi pelaksanaan kurikulum.
b.      Prinsip efisiensi
Dengan menggunakan modal yang sedikit dapat medapatkan hasil yang optimal.
c.       Prinsip efektifitas
Ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan.
d.      Prisip pengelolaan
Seorang manajer harus melakukan pengelolaa sumber-sumber daya yang ada.
e.       Prinsip pengutamaan tugas-tugas pengelolaan
Seorang manajer harus mengutamaka tugas pokoknya.
f.       Prinsip kerja sama
Seorang manajer hedkanya dapat membangun kerjasama yang baik secara vertikal maupu horizontal.
g.      Prinsip kepemimpinan yang efektif
Seorang manajer harus dapat member pengaruh, ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama.

B. MANAJEMEN PESERTA DIDIK
1. Pengertian Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.  Knezevich (1961) mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.
Secara sosiologis, peserta didik mempunyai kesamaan-kesamaan. Adanya kesamaan-kesamaan yang dipunyai anak inilah yang melahirkan kensekuensi kesamaan hak-hak yang mereka punyai. Kesamaan hak-hak yang dimiliki oleh anak itulah, yang kemudian melahirkan layanan pendidikan yang sama melalui sistem persekolahan (schooling). Dalam sistem demikian, layanan yang diberikan diaksentuasikan kepada kesamaan-kesamaan yang dipunyai oleh anak. Pendidikan melalui sistem schooling dalam realitasnya memang lebih bersifat massal ketimbang bersifat individual.
Manajemen peserta didik merupakan keseluruhan proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja  serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh kegiata agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga para siswa dapat megikuti kegiatan belajar-mengajar secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Manajemen peserta didik meliputi :
Ø Penerimaan siswa baru
Ø Program bimbingan dan penyuluhan
Ø Pengelompokan belajar siswa
Ø Papan statistik siswa
Ø Buku induk siswa dan buku mapner
Selain keseluruhan manajemen peserta didik tersebut, juga terdapat manajemen peserta didik yang berupa manajemen dalam kelas yang meliputi kegiatan :
1.    Pengelolaan kelas/menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal dalam PBM.
-         Menciptakan kondisi fisik yang nyaman
-         Menciptaan kondisi nonfisik kelas
-         Disiplin dan tata tertib kelas.
2.  Interaksi belajar mengajar yang positif

2. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik
Ruang lingkup manajemen peserta didik meliputi :
A.    Analisis Kebutuhan Peserta didik
Langkah pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah melakukan analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah:
(1)   Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima
(2)   Menyusun progam kegiatan kesiswaan
B.     Rekruitmen Peserta Didik
Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada hakikatnya adalah merupakan proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan.
Langkah-langkah rekruitmen peserta didik (siswa baru) adalah sebagai berikut:
1)      Pembentukan panitia penerimaan siswa baru
2)      Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka.
C.     Orientasi
Orientasi peserta didik adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Tujuan diadakannya orientasi bagi Peserta didik antara lain:
1)      Agar peserta didik dapat mengerti, memahami dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah.
2)      Agar pesera didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah.
3)      Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

D.    Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik
Pembinaan dan pengembangan peserta didik dilakukan sehingga anak mendapatkan bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa yang akan datang.

E.     Pencatatan dan Pelaporan
 Pencatatan dan pelaporan tentang kondisi peserta didik perlu dilakukan agar pihak lembaga dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta didik.

F.      Kelulusan dan Alumni
Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan (sekolah) tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peserta didik. Ketika peserta didik sudah lulus, maka secara formal hubungan antara peserta didik dan lembaga telah selesai. Namun demikian, diharapkan hubungan antara para alumni dan sekolah telah terjalin. Hubungan antara sekolah dan para alumni dapat dapat dipelihara lewat pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh para alumni yang tergabung dalam IKA (Ikatan Alumni) dan biasanya melakukan suatu kegiatan yang disebut “reuni”

D. IMPLEMENTASI PADA SMA NEGERI 1 BERGAS
     Di dalam SMA Negeri 1 bergas telah melaksanakan manajemen peserta didik yang cukup baik. Sebagai bukti lulusan atau output dari SMA N 1 Bergas tidak kalah saing dengan SMA lainnya di Kabupaten Semarang. Manajemen Peserta didik di SMA N 1 Bergas dapat dilihat pada:
1.        Analisis Kebutuhan Peserta Didik
Di SMA N 1 Bergas melakukan seleksi penerimaan peserta didik baru di awal tahun pelajaran. Pihak sekolah telah merencanakan menerima peserta didik baru sebanyak 315 siswa, yang terbagi menjadi 9 kelas dengan masing-masing kelas sebanyak 35 siswa. Yang pada tingkat selanjutnya dibagi menjadi 8 kelas berdasarkan jurusan yang mereka minati, antara lain jurusan IPS 4 Kelas, IPA 3 Kelas, dan Bahasa 1 Kelas.
2.        Rekruitmen Peserta Didik
Dalam memilih calon peserta didik, SMA N 1 Bergas menerapkan seleksi secara khusus, yaitu menggunakan Akumulasi nilai Ujian masuk dan nilai hasil UN. Untuk calon siswa yang berprestasi akan diberikan poin khusus sebagai pertimbangan.
3.      Orientasi
SMA N 1 Bergas setiap awal tahun pelajaran baru melakukan kegiatan Orientasi Siswa (MOS) yang wajib diikuti oleh seluruh siswa baru. Dimana orientasi ini menjadi kendali penuh oleh Wakasek kesiswaan yang dibantu oleh pembina dan pengurus OSIS. Setelah MOS berakhir, juga diadakan Orientasi Kepramukaan yang dipegang penuh oleh pembina dan pengurus Pramuka.
4.      Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik
SMA N 1 Bergas juga aktif dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan peserta didik. Hal ini tercermin dari banyaknya kegiatan konseling dan ekstrakurikuler untuk peserta didik. Adapun kegiatan itu meliputi:
a.       Pramuka
b.      Paskibra
c.       Palang Merah Remaja (PMR)
d.      Pecinta Alam (PA)
e.       Olahraga (Bola Voli, Badminton, sepakbola, tenis meja, tenis lantai, dsb.)
f.       Seni (Tari dan Karawitan)


5.        Pencatatan dan Pelaporan
SMA N 1 Bergas menerapkan disiplin tinggi dalam menangani pelanggaran-pelanggaran peserta didik. Kenakalan yang terjadi pada sekolah ini, antara lain:
a.       Merokok di lingkungan sekolah
b.      Ngebut
c.       Terlambat
d.      Membentuk gang atau kelompok-kelompok sendiri
e.       Pornografi
f.       Asusila
g.      Minum-minuman keras
Untuk mengatasi hal di atas dilakukan langkah-langkah berikut:
a.       Mengunakan sistem kredit point bagi setiap pelanggaran, sehingga pada point tertentu siswa dapat dikeluarkan dari sekolah, namun dalam praktiknya jarang ada siswa yang dikeluarkan walau sudah mencapai point yang ditentukan, hal ini disebabkan karena sekolah ini berstatus swasta sehinga boleh dikatakan masih membutuhkan murid.
b.      Diadakan razia-razia secara mendadak untuk mengantisipasi masuknya rokok, minum-minuman keras, obat-obatan terlarang dan pornografi ke lingklungan sekolah.
c.       Adanya layanan BK untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapinya baik yang berkaitan dengan hal akademik, urusan pribadi dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan siswa







BAB VI
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil observasi yang saya lakukan di SMA N 1 Bergas sebagian besar pelaksanaan manajemen peserta didik sudah cukup baik, dan sesuai dengan ruang lingkup manajemen peserta didik. Namun dalam pembinaan lulusan dan alumni yang masih perlu ditingkatkan.
B.     Saran
Pelaksanaan manajemen masing-masing komponen sudah cukup baik,   namun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, seperti pembinaan lulusan dan alumni.



















DAFTAR PUSTAKA







0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Heartline "Plasst~ - Premium Blogger Themes | coupon codes