Senin, 27 Januari 2014

Kompetensi Profesional

A.   Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan  kewenangan guru dalam  menjalankan profesi keguruannya. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawai dalam  melaksanakan profesinya. Guru mempunyai tu­gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pem­belajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru, dinyatakan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi profesional. Kompetensi Profesional yang dimaksud merupakan kemampuan Guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam (penguasaan materi, dan penguasaan kemampuan akademik lainnya yang mendukung profesionalisme Guru). Kompetensi Profesional memungkinkan Guru membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.
B.   Aspek – Aspek Kompetensi Profesional
1.        Menguasai Materi, Struktur, Konsep dan Pola Pikir Keilmuan yang mendukung Mata Pelajaran yang diampu.
Seorang guru harus memahami dan menguasai materi pembelajaran, hal penting yang harus dimiliki guru adalah kemampuan menjabarkan materi standar dalam kurikulum. Guru harus mampu menentukan secara tepat materi yang relevan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Menurut Hasan (2004) sedikitnya mencakup :
a.         Validitas atau tingkat ketepatan materi.
b.         Keberartian atau tingkat kepentingan materi.
c.         Relevansi dengan tingkat kemampuan peserta didik.
d.         Menarik perhatian/memotivasi peserta didik.
e.         Kepuasan, merupakan hasil pembelajaran peserta didik benar-benar bermanfaat bagi kehidupannya.
2.    Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran / Bidang Pengembangan yang diampu.
Dalam materi pembelajaran pada standar kompetensi dan kompetensi dasar ( SKKD) setiap kelompok mata pelajaran perlu dibatasi, mengingat prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dan pemilihan bahan pembelajaran seperti dibawah ini :
a.         Orientasi pada tujuan dan kompetensi
b.    Kesesuaian (relevansi)
c.     Efisien dan Efektif
d.    Fundamental
e.     Keluwesan
f.     Berkesinambungan dan berimbang
g.     Validitas
h.     Keberartian
i.      Kemenarikan
j.     Kepuasan

3.    Mengembangkan Materi Pelajaran yang diampu secara Kreatif.
Terdapat tiga tipe materi pembelajaran yang menyangkut peranan guru dalam pengembangan dan penyampaian pembelajaran diantaranya:
·           Jika guru mendesain dan  mengembangkan materi pembelajaran individual, peran guru dalam penyampaian  materi bersifat pasif, tugas guru adalah  memotivator dan membimbing kemajuan peserta didik dalam menyelesaikan materi dan membentuk kompetensi.
·           Guru memilih materi pembelajaran yang telah ada dan menyesuaikan dengan strategi pembelajaran yang digunakan, dan pembentukan peranan guru menjadi lebih aktif dalam penyampaian materi, dan pembentukan kompetesi.
·           Pembelajaran sangat tergantung kepada guru. Guru menyampaikan semua materi pembelajaran menurut strategi yang telah dikembangkan.
4.    Mengembangkan Keprofesian secara berkelanjutan dengan melakukan Tindakan Reflektif.
Dalam UU RI No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, dikemukakan bahwa “Organisasi profesi guru adalah perkumpulan yang dibadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru.”
Dalam kaitannya dengan pengembangan professional guru PGRI sampai saat ini masih mengandalkan pihak pemerintah, misalnya dalam merencanakan dan melakukan program penataran guru serta program peningkatan mutu lainnya. PGRI belum banyak merencanakan dan melakukan program atau kegiatan yang berkaitan dengan perbaikan cara mengajar, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru peningkatan kualifikasi guru, atau melakukan penelitian ilmiah tentang masalah-masalah professional yang dihadapi oleh para guru.
5.    Manfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Berkomunikasi dan Mengembangkan Diri.
Abad 21, merupakan abad pengetahuan sekaligus merupakan abad informasi dan teknologi. Karena pengetahuan, informasi dan teknologi menguasai abad ini, sehingga disebut era globalisasi, karena canggihnya penggunaan pengetahuan, informasi, dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan yang menimbulkan hubungan global. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran terutama internet (e-learning), agar guru mampu memanfaatkan berbagai pengetahuan, teknologi dan informasi dalam melaksanakan tugas utamanya mengajar dan membentuk kompetensi peserta didik.

C.   Prospek Profesi Guru
 Profesionalitas guru dapat ditunjukkan oleh 5 unjuk kerja yaitu
1.  Keinginan berperilaku standar ideal
2.  Memelihara profesi
3.  Mengembangkan profesionalitas
4.  Meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilannya
5.  Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi dan bangga terhadap pofesinya
Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi. Masyarakat umumnya memandang bahwa begitu strategiknya peran guru yang ikut andil dalam mencerdaskan masyarakat dengan berbagai istilah guru sebagai digugu dan ditiru.

D.   Karakteristik Guru Profesional
·           Guru profesional dalam menyampaikan materi pelajaran tidak bersikap otoriter.
·           Guru profesional senantiasa bersikap edukatif.
·           Guru profesional akan memberikan kebebasan kepada siswanya untuk mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang sesuatu yang dihadapinya.
·           Memahami dan menghormati murid.
·           Menguasai bahan pelajaran yang diberikan
·           Mengaktifkan murid dalam hal belajar
·           Mempunyai keterampilan manajemen kelas yang baik

E.    Upaya Peningkatan Profesionalitas guru
·           Membangun komitmen
·           Mengembangkan kompetensi secara terus menerus
·           Kerja keras
·           Konsisten
·           Kesederhanaan
·           Kedekan
·           Cerdas

F.    Upaya Peningkatan Mutu Guru
Ø  Sertifikasi Guru
Adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi guru dalam jabatan merupakan kebijakan pemerintah untuk memenuhi standar guru yang dipersyaratkan, yaitu memiliki kualitas akademik minimal S1/D-IV yang relevan dan memiliki kompetensi sebagai agen of learning dan key person in the classroom. Sertifikasi guru merupakan upaya peningkatan mutu guru yang disertai peningkatan kesejahteraan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan di tanah air secara berkesinambungan. Bentuk kesejahteraan guru adalah tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji dan diberikan apabila seorang guru telah memperoleh sertifikat pendidik.
Ø  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidik (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK)
Fungsi LPMP dan P4TK terkait dengan pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan antara lain :
a.     Berperan mengembangkan profesionalisme guru melalui berbagai kegiatan dengan bekerjasama dengan KKG/MGMP.
b.    Dapat membuat jaringan kerja dinamis dengan seluruh KKG/MGMP di daerahnya masing-masing.
c.     Pembuatan jaringan dapat dimulai dengan pendataan profil dan pemetaan KKG/MGMP, membuat perencanaan pengembangan jaringan kerja yan menghubungkan antara KKG/MGMP dan LPMP dan P4TK.
d.    Dapat mendorong para vocal point (wakil aktif) tiap-tiap KKG/MGMP untuk selalu saling berinteraksi melalui berbagai media baik email,SMS,telepon,pertemuan langsung dll. Semakin intensif antar mereka semakin cepat perkembangan KKG/MGMP dan juga perkembangan LPTK dan P4TK.
e.     Kegiatan-kegiatan riil perlu dilakukan secara reguler baik diselenggarakan oleh LPMP/P4TK ataupun diselenggarakan oleh KKG/MGMP
Disamping itu, LPMP/P$TK juga mempunyai peran dalam pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan sbb:
a.     Pendataan dan mapping profil guru dan KKG/MGMP
b.    Pembuatan usulan program untuk pengaktifan KKG/MGMP bersama KKG/MGMP yang ada.
c.     Sebagai penjaga kualitas bagi profesionalitas guru
d.    Bersama KKG/MGMP memnerikan rekomendasi pengembangan KKG/MGMP kepada P4TK.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Heartline "Plasst~ - Premium Blogger Themes | coupon codes