Senin, 27 Januari 2014

Kompetensi Kepribadian Guru

A.     Pengertian kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah komperensi yang berkaitan dengan prilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nila-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari. Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung pelaksanaan tugas guru.
Pribadi guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Pribadi guru juga sangat berperan dalam membentuk pribadi peserta didik, termasuk mencontoh pribadi gurunya dalam membentuk pribadinya. Sangat di butuhkan oleh peserta didik dalam proses pembentukan pribadinya. Kompetensi kepribadian memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan Negara, dan bangsa pada umumnya. Setiap guru di tuntut untuk memiliki kompetensi kepribadian yang memadai, bahkan kompetensi ini akan melandasi atau mejadi landasan bagi kompetensi-kompetensi lainnya. Dan yang paling penting adalah bagaimana dia menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualias pribadi peserta didik.
Dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yang khas dari guru itu sendiri berkaitan erat dengan falsafah hidup yang mengharapkan guru menjadi model manusia yang memiliki nilai-nilai luhur sebagai panutan bagi peserta didiknya.

B.     Pentingnya kompetensi kepribadian seorang guru
Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Dalam kaitan ini Zakiyah Darajat Dalamsyah(2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itu yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan Pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya. Terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami keguncangan jiwa (tingkat menengah).
Kepribadian dapat menentukan apakah guru menjadi pendidik dan pembina yang baik ataukah akan menjadi perusak masadepan anak didik. Kepribadian adalah unsur yang menentukan keakraban hubungan guru dengan anak didik. Kepribadian guru akan tercermin dalam sikap dan perbuatannya dalam membina dan membimbing anak didik. Seorang guru yang sejati akan menjadikan dirinya sebagai bagian dari anak didik yang berusaha untuk memahami semua anak didik dan kata-katanya, memahami kesulitan dalam hal belajar dan masalah diluar belajar yang dapat menghambat aktifitas belajar anak didik.
Berkenaan dengan kepribadian hal ini memang menjadi salah satu kompetensi yang amat penting. Guru sering memperoleh peran menjadi panutan atau idola untuk salah satu atau beberapa aspek kepribadian, misalnya sopan santun, tekun dan rajin belajar, dan sebagainya. Itulah sebabnya sikap dna perilaku guru dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu ukuran untuk menentukan bentuk keteladanan guru bagi anak didiknya.

C.     Aspek Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki guru
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian. Aspek-aspek kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu:
1.      Mantap dan stabil yang memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai norma hukum, norma sosial, dan etika yang berlaku, dan bangga sebagai guru.
2.      Dewasa, yang berarti mempunyai kemandirian untuk bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
3.      Arif dan bijaksana, yaitu perilaku yang menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak, menampilkan tindakan yang didasarkan  pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat.
4.      Berwibawa, yaitu perilaku guru yang disegani sehingga berpengaruh positif terhadap peserta didik.
5.      Memiliki akhlak mulia dan memiliki perilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik, bertindak sesuai norma religious, jujur, ikhlas, dan suka menolong.
Pada pedoman sertifikasi kompetensi pendidik (2004) memuat standart kompetensi kepribadian guru terkait dengan profesionalismenya, yaitu kemampuan untuk :
1.       Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya
2.       Menilai kinerjanya sendiri
3.      Bekerja mandiri dan bekerjasama dengan orang lain
4.      Mencari sumber sumber baru dalam bidang studinya
5.      Komitmen terhadap profesi dan tugas profesionalnya
6.      Berkomunikasi dengan teman sejawat dan peserta didik
7.      Meningkatkan diri dalam kinerja profesinya.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah sikap yang mencerminkan pribadi yang berakhlak mulia, berwibawa, bijaksana, dewasa, mantap dan stabil dalam menjalani tugasnya, memiliki pengetahuan berkaitan dengan bidangnya sebagai seorang pendidik dan pembina, juga harus mempunyai etos kerja yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.

D.    Upaya Meningkatkan Kompetensi Kepribadian
Kepribadian guru pada saat ini dianggap “kurang hidup”. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu :
1.      Proses rekrutmen guru yang mengedepankan kemampuan teknis (Hard skills) tanpa memperhatikan kemampuan nonteknis (Soft Skills) seperti kemampuan memenejemen diri dan orang lain. Malahan tidak sedikit lembaga pendidikan merekrut guru dengan tidak memperhatikan kedua ketrampilan tersebut.
2.      Pendidikan dan pelatihan guru yang menekankan pada kemampuan guru menguasai kurikulum.
3.      Tidak dipahaminya profesi guru sebagai profesi panggilan hidup (Call to teach), artinya guru merupakan pekerjaan yang membantu mengembangkan orang lain dan mengembangkan guru tersebut sebagai pribadi.
Berkaitan dengan masalah tersebut maka dalam perekrutan tenaga guru hendaknya juga memperhatikan kemampuan non teknis ( soft skill ) yang terkait dengan aspek kepribadian guru,pemahaman yang lebih mendalam mengenai profesi guru. Profesi guru harus dipahami sebagai panggilan hidup karena tidak hanya kemampuan teknis saja akan tetapi juga kemampuan non teknis perlu ditekakan. Selain itu dalam pelatihan pelatihan yang dilakukan untuk guru tidak hanya menekankan pada aspek materi, akan tetapi menekankan aspek kepribadian.


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Heartline "Plasst~ - Premium Blogger Themes | coupon codes